Sunday, March 16, 2025

Jalan-Jalan ke Jeju Pertama Kali: 5 Tempat yang Harus Masuk Itinerary

 


Pulau Jeju, sering disebut sebagai "Hawaii-nya Korea," adalah destinasi wisata yang menawarkan perpaduan antara keindahan alam, budaya unik khas Korea Selatan, serta pengalaman yang tak terlupakan. Bagi wisatawan yang baru pertama kali mengunjungi Jeju, berikut adalah lima lokasi yang wajib dikunjungi beserta alasan, aktivitas yang bisa dilakukan, dan cara mencapainya. Walaupun menurut pengalaman saya, lebih baik menyewa kendaraan ketika di Jeju mengingat transportasi publiknya lokasinya cukup jauh satu sama lain dan waktu menunggu yang cukup lama.

Pulau ini terbagi menjadi dua area utama, yaitu Jeju City di bagian utara dan Seogwipo City di bagian selatan. Perbedaan utama antara kedua area ini adalah suasananya. Jeju City lebih ramai dan modern, cocok untuk wisatawan yang ingin menikmati kenyamanan kota dengan akses mudah ke berbagai fasilitas. Sementara itu, Seogwipo lebih cocok bagi mereka yang ingin menikmati keindahan alam dan suasana yang lebih santai


SEONGSAN ILCHULBONG (SUNRISE PEAK)



Seongsan Ilchulbong, atau yang lebih dikenal sebagai Sunrise Peak, adalah destinasi paling ikonik di Pulau Jeju dan sering menjadi ikon wisata Pulau Jeju. Terbentuk dari letusan gunung berapi lebih dari 100.000 tahun yang lalu, alasan utama mengapa tempat ini begitu populer adalah pengunjung bisa melihat matahari terbit. Banyak wisatawan rela bangun dini hari dan mendaki puncak hanya untuk menyaksikan keajaiban alam ini.

Pendakian menuju puncak Seongsan Ilchulbong cukup ramah bagi pemula, dengan jalur yang telah dipersiapkan dengan baik, lengkap dengan anak tangga dan pegangan tangan untuk memastikan keamanan pengunjung. Sepanjang perjalanan, wisatawan akan disuguhi pemandangan bukit hijau yang berpadu dengan laut biru yang membentang luas di kejauhan. Setibanya di puncak, hamparan kawah hijau yang luas menyambut dengan megah, memberikan panorama yang sangat kontras dengan warna biru laut di sekelilingnya. 

Selain menikmati keindahan alam, wisatawan juga bisa menyaksikan salah satu tradisi khas Jeju yang masih bertahan hingga kini, yaitu pertunjukan wanita penyelam atau yang dikenal sebagai haenyeo. Haenyeo adalah perempuan-perempuan tangguh yang menangkap hasil laut tanpa menggunakan alat bantu pernapasan. Mereka menyelam dengan teknik khusus yang telah diwariskan turun-temurun, mencari kerang, abalon, dan berbagai hasil laut lainnya di dasar laut. Pertunjukan ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan terhadap budaya dan sejarah masyarakat Jeju yang erat kaitannya dengan laut. 

Cara ke Sana:

* Naik bus dari Terminal Bus Antar Kota Jeju ke Seongsan Ilchulbong (sekitar 1,5 jam perjalanan).


MANJANGGUL CAVE



Manjanggul Cave adalah keajaiban alam yang berada di bawah permukaan Pulau Jeju. Gua ini menjadi bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO sebagai salah satu terowongan lava terpanjang di dunia, terbentuk dari aliran lava yang mengalir sekitar 200.000 hingga 300.000 tahun yang lalu. Dengan panjang total sekitar 7,4 km, hanya sekitar 1 km dari terowongan ini yang dibuka untuk umum, namun itu sudah cukup untuk memberikan kesan mendalam akan kekuatan alam yang luar biasa. Karena saat saya dan teman-teman kesana, kami malah hanya berjalan sekitar 500 meter saja kemudian balik lagi karena sangat gelap, butuh pencahayaan tambahan karena hanya ada beberapa pencahayaan saja disediakan, dan mengingat saat itu hujan, dingin sekali di dalamnya.

Langit-langit gua yang tinggi serta dinding-dinding berbatu menciptakan atmosfer yang menakjubkan, seolah-olah sedang berjalan di dunia lain. Salah satu daya tarik utama di dalam Manjanggul Cave adalah pilar lava raksasa setinggi 7,6 meter, yang merupakan pilar lava terbesar di dunia. Selain itu, pengunjung juga dapat melihat berbagai formasi lava unik lainnya, seperti stalaktit dan lava flowlines yang terbentuk dari aliran lava yang membeku selama ribuan tahun.

Selain menikmati keindahan geologisnya, pengunjung juga dapat belajar lebih dalam tentang aktivitas vulkanik yang telah membentuk Pulau Jeju. 

Cara ke Sana:

* Naik bus dari Terminal Bus Antar Kota Jeju ke Manjanggul Cave (sekitar 40 menit perjalanan).


SEOPJIKOJI



Seopjikoji adalah semenanjung ini dikenal dengan hamparan padang rumput hijau yang luas, angin laut yang sejuk, serta suasana yang tenang dan romantis. Nama "Seopjikoji" sendiri berasal dari dialek Jeju, di mana "Seopji" berarti daratan yang menjorok ke laut, dan "Koji" berarti tanjung. 

Saat berjalan di sepanjang jalur pesisir Seopjikoji, wisatawan akan disuguhkan pemandangan laut biru yang spektakuler dengan deburan ombak yang menghantam tebing-tebing batu vulkanik di sepanjang pantai. Salah satu daya tarik utama di sini adalah mercusuar putih yang berdiri kokoh di atas bukit kecil, memberikan pemandangan 360 derajat ke arah lautan dan lanskap sekitarnya. 

Seopjikoji bukan hanya terkenal karena keindahan alamnya yang menakjubkan, tetapi juga semakin populer sejak menjadi lokasi syuting drama Korea terkenal All In yang tayang pada tahun 2003. Drama yang dibintangi oleh Lee Byung-hun dan Song Hye-kyo ini mengambil latar belakang beberapa tempat di Jeju, dan Seopjikoji menjadi salah satu lokasi paling ikonik. Lokasi syuting paling ikonik adalah gereja kecil bergaya Eropa yang berdiri di atas bukit, dengan latar belakang lautan luas. Gereja ini awalnya dibangun sebagai properti untuk kebutuhan syuting All In, tetapi karena daya tariknya yang unik, bangunan ini tetap dipertahankan dan menjadi salah satu spot favorit bagi pengunjung. Bentuknya yang sederhana namun elegan, dengan dinding putih dan jendela besar yang menghadap ke laut, membuat gereja ini semakin fotogenik dan sering dijadikan tempat berfoto bagi wisatawan.

Dengan perpaduan lanskap alam yang dramatis, sejarah vulkanik yang unik, dan popularitasnya sebagai lokasi syuting drama Korea, Seopjikoji menjadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi saat berada di Pulau Jeju. 

Cara ke Sana:

* Naik bus dari Terminal Bus Antar Kota Jeju ke Seopjikoji (sekitar 1,5 jam perjalanan).


JUSANGJEOLLI CLIFF


Jusangjeolli Cliff adalah tebing yang terbentuk dari letusan gunung berapi ribuan tahun lalu, menciptakan deretan batuan lava berbentuk kolom heksagonal yang tampak seperti pahatan alami yang sempurna. Keunikan bentuknya sering dibandingkan dengan Giant’s Causeway di Irlandia, menjadikannya salah satu destinasi paling fotogenik di Jeju. Saat ombak menghantam tebing dengan keras, cipratan air laut yang menyembur ke udara menciptakan pemandangan yang dramatis dan memukau.

Kontras antara hitamnya batuan lava, birunya lautan, dan putihnya buih ombak menciptakan latar belakang yang spektakuler. Selain itu, ada beberapa titik pandang yang memungkinkan pengunjung menikmati panorama tebing dari berbagai sudut. Saat cuaca cerah, langit yang biru jernih semakin memperindah pemandangan, membuat setiap jepretan kamera terasa istimewa.

Cara ke Sana:

Naik bus dari Terminal Bus Jeju ke Jungmun Tourist Complex dan lanjutkan berjalan kaki.


O'SULLOC TEA MUSEUM AND INNISFREE JEJU HOUSE



O’sulloc Tea Museum dan Innisfree Jeju House adalah destinasi yang sempurna bagi para pecinta teh hijau dan produk kecantikan alami. Terletak di tengah lanskap hijau yang menenangkan, tempat ini menawarkan pengalaman unik yang menggabungkan budaya teh tradisional Korea dengan konsep kecantikan berbasis bahan alami khas Jeju. Ketika memasuki area perkebunan teh, pengunjung akan disambut oleh hamparan kebun teh yang luas dengan daun-daun hijau segar yang tertata rapi.

Di O’sulloc Tea Museum, wisatawan dapat belajar lebih dalam tentang sejarah teh hijau di Korea, teknik pembuatannya, serta berbagai jenis teh yang berasal dari Jeju. Selain itu, museum ini juga menyediakan berbagai varian minuman berbasis teh hijau yang bisa dinikmati, mulai dari teh panas yang menenangkan hingga es krim teh hijau yang lembut dan menyegarkan. Tak hanya itu, pengunjung juga bisa mencicipi berbagai camilan berbahan dasar teh hijau yang unik dan lezat.

Sementara itu di Innisfree Jeju House yang berada di area yang sama, menawarkan pengalaman berbelanja produk kecantikan berbasis bahan alami dari Pulau Jeju. Pengunjung bisa mencoba berbagai produk perawatan kulit dari Innisfree yang terbuat dari bahan-bahan alami seperti teh hijau, bunga camellia, dan abu vulkanik khas Jeju.

Bagi yang ingin membawa pulang kenangan dari Jeju, terdapat berbagai oleh-oleh khas seperti teh hijau premium, sabun herbal, serta masker wajah berbahan alami. 

Lokasi ini satu-satunya yang belum saya datangi saat ke Jeju beberapa tahun silam, jadi ingin sekali kembali ke sini dan mengunjungi lokasi ini.

Cara ke Sana:

* Naik bus dari Terminal Bus Jeju ke arah Seogwipo dan turun di halte O’sulloc.




Pulau Jeju menawarkan keindahan alam yang luar biasa, mulai dari puncak gunung berapi yang megah hingga pesisir pantai yang menenangkan. Setiap destinasi yang telah disebutkan menghadirkan pengalaman unik yang memadukan petualangan, budaya, dan keindahan alam khas Jeju. Bagi wisatawan pemula, menjelajahi tempat-tempat ini akan memberikan kesan mendalam tentang keajaiban pulau vulkanik ini. 

Jadi, sudah siap merasakan langsung pesona Jeju? Segera rencanakan perjalanan Anda, siapkan kamera untuk mengabadikan momen terbaik, dan jangan lupa menikmati setiap langkah petualangan di pulau yang menawan ini!



0 comments:

Post a Comment